Di balik hiruk-pikuk politik nasional, demokrasi sering tampak jauh dan abstrak. Namun, di desa-desa dan dusun-dusun, praktik demokrasi berjalan dalam bentuk yang lebih sederhana, akrab, dan manusiawi. Buku ini menelusuri bagaimana warga lokal melaksanakan musyawarah, menjaga tradisi gotong royong, dan berpartisipasi dalam keputusan bersama—dari pembangunan jalan desa hingga penentuan program sosial. Melalui kisah nyata dan observasi lapangan, pembaca diajak menyelami wajah demokrasi yang tidak selalu terpampang di layar televisi, tetapi hidup dalam interaksi sehari-hari.
Lebih dari sekadar catatan etnografi, Jejak Demokrasi di Desa-desa adalah refleksi tentang bagaimana suara warga, yang sering dianggap kecil, mampu membentuk arah kehidupan komunitas. Dari rapat RT hingga musyawarah desa, dari diskusi sederhana di balai desa hingga pelibatan perempuan dan pemuda dalam keputusan kolektif, buku ini menunjukkan bahwa demokrasi bukan hanya mekanisme politik, tetapi juga seni hidup bersama, saling menghargai, dan membangun rasa tanggung jawab sosial yang nyata.