Isu LGBT bukan sekadar persoalan orientasi seksual, tetapi cermin peradaban manusia yang tengah diuji: apakah kita sungguh memahami arti menjadi manusia di tengah perbedaan? Di antara kebebasan dan moralitas, modernitas dan tradisi, dunia kini berdiri di persimpangan tajam antara konservatisme dan liberalisme. Lewat analisis lintas budaya dan politik global, Isu LGBT dan Polarisasi Dunia mengurai ketegangan itu dengan jernih—membaca bagaimana negara, agama, dan masyarakat membentuk narasi tentang tubuh, cinta, dan hak asasi.
Wahyu Pamungkas menghadirkan pandangan yang berani dan seimbang: bahwa kesetaraan tidak harus berarti penyeragaman, dan tradisi tidak selalu berarti penolakan. Buku ini adalah undangan untuk berdialog, bukan berdebat; untuk memahami, bukan menghakimi. Di tengah dunia yang semakin terbuka namun terpecah, karya ini mengingatkan bahwa kemajuan sejati hanya mungkin lahir ketika kita mampu melihat “yang lain” sebagai bagian dari diri kita sendiri—dan bahwa cinta, dalam segala wujudnya, selalu lebih kuat dari ketakutan.
Jumlah halaman: 191
Ukuran: 14×20,5